PATUNGAN USAHA
Bismillaahirrahmaanirrahiim
Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Ada tanah dengan luas 500M2 ( 20m x 25m).ini di take over sama saya atas izin Allah. Tidak ada problem sebenernya kecuali owner lama ingin lepas dari riba.
Ya, saya mengajak Keluarga, kawan-kawan, Investor, untuk ikut Patungan Usaha. Dari Bengkel, Bodykit mobil, cafe dan minimarket. saya mengatakan akan bikin 4 ruko 2 laintai, untuk usaha riil. Di solo. Nah, peluang ini saya tawarkan ke semuanya. Yuk, patungan usaha. Kita bikin Ruko untuk usaha. Bukan sedekah, tapi patungan usaha. Saya tidak menyebutnya saham, lebih nyaman menyebutnya Patungan Usaha.
Patungan Usaha sendiri awalnya berawal dari twitter dan facebook saya, yang menyoroti persoalan bisnis riil yang marak. Banyak sumber daya alam Indonesia, dan peluang-peluang bisnis di Indonesia justru dinikmati bukan oleh rakyatnya. Saya yang tidak tahu apa-apa memberi contoh, ada 300 rumah, di satu komplek perumahan. Tentunya 300 rumah dengan isi kira-kira 5 orang, adalah pasar tersendiri. 1500 orang di dalamnya butuh makan, minum, pendidikan, apotik, bengkel, salon, bank, dll. Tapi tidak ada satupun dari 1500 orang ini yang melihat peluang ini. Bahkan untuk urusan bayar listrik dan kebersihan. Akhirnya peluang ini dinikmati orang di luar perumahan ini. Datang yang membuka rumah makan sunda, rumah makan padang, rumah makan warteg, café, restaurant. Datang dari luar membuka salon, pangkas rambut, pendidikan playgroup, TK, SD. Datang pula yang buka bengkel, toko sepeda, maenan, supermarket. Bahkan datang orang luar membebaskan tanah-tanah di sekitarnya, lalu membangun perumahan yang lain, pertokoan, dan pasar. Seluruh potensi ekonomi yang terdorong jadi ada, dimanfaatkan orang luar.
Ini bukan contoh yang sempurna untuk menggambarkan kondisi Indonesia saat ini. Sebab masih ada sebab-sebab lainnya. Seperti soal kebijakan, soal keserakahan, dan lain-lain. Akan halnya perumahan tadi, bagus sih, membuat roda ekonomi orang lain jadi bergeliat. Semua tetap alhamdulillaah. Saya sepakat, karena itu alat-alat vital, sumber-sumber daya vital, dikelola oleh Negara. Mestinya, he he he. Untuk kemakmuran rakyat. Tambah lagi, mestinya, he he he.
Ini tentu punya kebutuhan jangka panjang yang besar sekali. Kebutuhan akan beras, sayur mayur, daging, ikan, telor, bumbu-bumbu, lauk pauk, pakaian, laundry, air, listrik, kebersihan, keamanan, alat-alat tulis dan perkantoran, dan sederet panjang lagi kebutuhan. Keberadaan pesantren, bagus sekali untuk memacu geliat ekonomi Karena itu kita umumnya bekerjasama dengan warga untuk memanfaatkan potensi ini. kita buka persawahan, perkebunan, pertanian, supermarket, dan lain-lain.
Gagasan PatunganUsaha untuk menjawab ini. Salah satunya kebutuhan akan transportasi dan kebutuhan sehari hari. orang yang terdiri minimal dari ayah dan ibunya, pemilik mobil dan kendaraan lain yang berpotensi berkunjung ganti berganti setiap hari dan pekannya. Ini adalah peluang. Termasuk antar jemput dari terminal, stasiun, dan bandara.
Saya lalu mengajak kawan-kawan untuk Patungan Usaha.
Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Ada tanah dengan luas 500M2 ( 20m x 25m).ini di take over sama saya atas izin Allah. Tidak ada problem sebenernya kecuali owner lama ingin lepas dari riba.
Ya, saya mengajak Keluarga, kawan-kawan, Investor, untuk ikut Patungan Usaha. Dari Bengkel, Bodykit mobil, cafe dan minimarket. saya mengatakan akan bikin 4 ruko 2 laintai, untuk usaha riil. Di solo. Nah, peluang ini saya tawarkan ke semuanya. Yuk, patungan usaha. Kita bikin Ruko untuk usaha. Bukan sedekah, tapi patungan usaha. Saya tidak menyebutnya saham, lebih nyaman menyebutnya Patungan Usaha.
Patungan Usaha sendiri awalnya berawal dari twitter dan facebook saya, yang menyoroti persoalan bisnis riil yang marak. Banyak sumber daya alam Indonesia, dan peluang-peluang bisnis di Indonesia justru dinikmati bukan oleh rakyatnya. Saya yang tidak tahu apa-apa memberi contoh, ada 300 rumah, di satu komplek perumahan. Tentunya 300 rumah dengan isi kira-kira 5 orang, adalah pasar tersendiri. 1500 orang di dalamnya butuh makan, minum, pendidikan, apotik, bengkel, salon, bank, dll. Tapi tidak ada satupun dari 1500 orang ini yang melihat peluang ini. Bahkan untuk urusan bayar listrik dan kebersihan. Akhirnya peluang ini dinikmati orang di luar perumahan ini. Datang yang membuka rumah makan sunda, rumah makan padang, rumah makan warteg, café, restaurant. Datang dari luar membuka salon, pangkas rambut, pendidikan playgroup, TK, SD. Datang pula yang buka bengkel, toko sepeda, maenan, supermarket. Bahkan datang orang luar membebaskan tanah-tanah di sekitarnya, lalu membangun perumahan yang lain, pertokoan, dan pasar. Seluruh potensi ekonomi yang terdorong jadi ada, dimanfaatkan orang luar.
Ini bukan contoh yang sempurna untuk menggambarkan kondisi Indonesia saat ini. Sebab masih ada sebab-sebab lainnya. Seperti soal kebijakan, soal keserakahan, dan lain-lain. Akan halnya perumahan tadi, bagus sih, membuat roda ekonomi orang lain jadi bergeliat. Semua tetap alhamdulillaah. Saya sepakat, karena itu alat-alat vital, sumber-sumber daya vital, dikelola oleh Negara. Mestinya, he he he. Untuk kemakmuran rakyat. Tambah lagi, mestinya, he he he.
Ini tentu punya kebutuhan jangka panjang yang besar sekali. Kebutuhan akan beras, sayur mayur, daging, ikan, telor, bumbu-bumbu, lauk pauk, pakaian, laundry, air, listrik, kebersihan, keamanan, alat-alat tulis dan perkantoran, dan sederet panjang lagi kebutuhan. Keberadaan pesantren, bagus sekali untuk memacu geliat ekonomi Karena itu kita umumnya bekerjasama dengan warga untuk memanfaatkan potensi ini. kita buka persawahan, perkebunan, pertanian, supermarket, dan lain-lain.
Gagasan PatunganUsaha untuk menjawab ini. Salah satunya kebutuhan akan transportasi dan kebutuhan sehari hari. orang yang terdiri minimal dari ayah dan ibunya, pemilik mobil dan kendaraan lain yang berpotensi berkunjung ganti berganti setiap hari dan pekannya. Ini adalah peluang. Termasuk antar jemput dari terminal, stasiun, dan bandara.
Saya lalu mengajak kawan-kawan untuk Patungan Usaha.
Perincian usaha dan pembangunan
Harga Tanah Di Solo 2013 per meter Rp. 3.000.000 Rp. 1.500.000.000,-
Pembangunan 4 ruko 2 lantai Rp. 3.000.000 / M2 Rp. 1.500.000.000,-
Bengkel Rp. 400.000.000,-
Bodykit Rp. 400.000.000,-
Cafe Rp. 200.000.000,-
Mini Market Rp. 400.000.000,-
Ruang Pertemuan Lantai 2 Rp. 2000.000.00,-
Tapi ini semua di atas kertas. Perlu pembuktian. Lalu saya di awal tahun 2013 mengajak Keluarga dan teman teman untuk sedikit beraksi. Saya buka dah bengkel, cafe, bodykit dan minimarket dalam satu area. patungan usaha. Total dana yang di butuhkan adalah sekitar 5 M.
Bengkel, Bodykit, Cafe dan Minimarket ini saya bandrol 5M ( Lima milyar rupiah ). Akan di bagi menjadi 2 macam yaitu patungan usaha dan patungan aset
Tapi ini semua di atas kertas. Perlu pembuktian. Lalu saya di awal tahun 2013 mengajak Keluarga dan teman teman untuk sedikit beraksi. Saya buka dah bengkel, cafe, bodykit dan minimarket dalam satu area. patungan usaha. Total dana yang di butuhkan adalah sekitar 5 M.
Bengkel, Bodykit, Cafe dan Minimarket ini saya bandrol 5M ( Lima milyar rupiah ). Akan di bagi menjadi 2 macam yaitu patungan usaha dan patungan aset
Patungan usaha memiliki tingkat keutungan setiap Tahun 10%. Dengan proyeksi harga perlembar @ 15.000.000
Patungan Aset memiliki tingkat keuntungan setiap Tahun 6%. Dengan proyeksi harga perlembar @ 8.000.000
1. Duit tetap berkembang
2. bahkan bisa balik modal
3. tetap dapat bagi hasil selama usahanya tetap ada.
4. insya Allah ada cashback/refund, sampe dengan 100% di tahun ke-10.
5. investor dapat menjual saham kembali ke pengelola dengan harga 3x harga investasi.